Mahasiswa Progdi Bahasa Inggris Kisahkan Empat Tragedi dalam Sehari

VOKALPERS- Mahasiswa semester tujuh program studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas PGRI Semarang gelar English Drama Performance pada Kamis (19/12) di Balairung UPGRIS. Pementasan drama Bahasa Inggris yang diadakan setiap tahun ini digelar guna memenuhi tugas akhir mata kuliah Prose and Drama. Acara tersebut tak hanya dihadiri oleh para dosen di lingkungan FPBS, namun juga rektor UPGRIS, Dr.Muhdi, S.H., M.Hum yang tampil lengkap dengan jubah hitam hingga menutupi wajahnya, bak Dementor dalam film Harry Potter.

Bertemakan The Greatest Tragedy in Life, pementasan drama Bahasa Inggris semalam menampilkan empat judul drama sekaligus, yaitu Untouchable, Othello, The Royal Blood, dan Red Wine, yang semuanya diperankan oleh mahasiswa semester tujuh.

Muwafiqul Ihsani selaku ketua panitia acara menjelaskan bahwa pementasan sudah dipersiapkan jauh-jauh hari.  “Alhamdulillah kami persiapan dua bulan; (dimulai dari) bentuk panitia, (yang kemudian) panitia selanjutnya me-launching tema. Dari (kelas) 7A, 7B, 7C, 7D di prodi Bahasa Inggris langsung mencari jalan cerita, mencari cerita apa yang akan dibawakan, casting, lalu latihan setiap hari” jelasnya.

Pentas diawali oleh drama pertama yang berjudul Untouchable dari kelas 7A. Diketahui cerita tersebut terinspirasi dari komik daring Webtoon yang berjudul sama. Untouchable sendiri bercerita tentang kisah cinta manusia dengan vampire yang tidak dapat bersatu.

Tidak hanya semester tujuh saja yang unjuk bakat, melainkan mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris dari semester lainnya pun turut berpartisipasi dalam acara tersebut lewat Creative Dance Competition.

Acara ditutup dengan awarding atas lima nominasi yang telah ditentukan. Nominasi Best Actor  diraih oleh Fitro Bagus dari kelas 7B dan untuk Best Actress dimenangkan Anggun dari kelas 7A. Sementara itu, Best Villain jatuh pada Risa 7C, serta kategori Best Poster dan Best Tragedy diraih oleh 7D dengan drama Red wine.

Penonton pun cukup puas dengan pentas semalam. “Acaranya asik; sangat berguna untuk kami yang semester lima karena tahun depan kami juga akan melaksanakan pementasan drama semacam ini. Jadi kan bisa buat referensi bagi kami, harus bagaimana nantinya,” tutur Imtiyaz Azzahra Ramadhani, mahasiswa semester lima Pendidikan Bahasa Inggris. (HTA)