Puisi Kiai Penghias Harlah Nahdlatul Ulama

Nahdlatul Ulama (NU) kini telah memasuki usia ke-97  sejak awal berdirinya di tahun 1926. Dalam harlah NU kali ini, serangkaian acara telah digelar di Gedung Pengurus  Wilayah (PW) NU salah satunya yaitu Parade Baca Puisi. Acara yang dihelat pada rabu malam (4/03) ini dihadiri oleh jajaran kiai, akademisi kampus, mahasiswa, santri, dan masyarakat umum.

Sebelum acara dibuka, para tamu disuguhi terlebih dahulu dengan penampilan musikalisasi puisi yang dibawakan oleh Paradoks band. Pukul 20.00 WIB acara telah dimulai melalui sambutan dan pembacaan puisi yang disampaikan oleh ketua Tanfidziah PWNU Jateng K.H Muzammil.

Sujud dalan Bayang-bayang” merupakan judul buku antalogi puisi yang dibacakan pada acara tersebut. Antologi puisi ini memuat puisi karya para kiyai NU dan akademisi kampus di Semarang. Salah satunya diantarnya yakni Muhdi, Rektor Universitas PGRI Semarang  membacakan puisinya yang berjudul “Jika Saat itu Kata Tak Mengalir”.

Dalam kesempatan ini, PWNU juga menghadirkan penyair kondang yaitu Gus Candra Malik. Penyanyi sekaligus penulis lagu asal Karanganyar tersebut tampil sebagai pembaca pamungkas. Meskipun demikian, Gus Candra membacakan puisi dengan penghayatan sehingga membuat para tamu undangan memberi tepuk tangan meriah untuknya. Tak selesai dengan pembacaan antologi puisi, kegiatan harla dilanjutkan dengan bincang sastra oleh Gus Candra Malik.

Penulis : E

Editor    : C