5 Tempat yang Paling Dirindukan di Kota Semarang

Setelah sebulan lebih melakukan kegiatan yang berkutat #dirumahaja, kiranya wajar apabila rasa kangen tiba-tiba menyeruak di dada. Merindukan hiruk piruk kota yang selama ini menyuguhkan beragam kisah dari senang sampai sedih tak karuan. Dari yang tadinya asing saat pertama tiba di kota lalu lambat laun beranjak akrab kemudian timbul rasa malas pulang kampung (dengan alasan mencari jati diri). Tiba-tiba ada kabar yang tak lumayan mengagetkan. Pandemi corona sudah mulai masuk ke Indonesia, itu berarti semua kegiatan yang memicu penyebaran virus harus dihentikan atau dilakukan secara online, termasuk kuliah dan bekerja.

Kembali lagi ke persoalan rindu, nampaknya tak hanya si Dilan saja yang merasa rindu itu berat. Saya pun ikut merasakan, atau mungkin kalian juga. Selama menjalani keseharian hampir tiga tahun di kota Semarang, dalam benak saya saat ini terbayang kembali rekaman peristiwa yang saya lalui. Tempat-tempat yang menjadi latar kisah pun masuk dalam ingatan itu. Mulai dari gedung kampus sampai kamar mandi kos. Gimana, setelah membaca sampai sini, kalian sudah memutar kembali kenangan kalian saat di Semarang ? Sudah rindu ?

Karena penasaran apakah yang terjadi pada saya juga dialami oleh pengikut Vokalpers (baca: vokalis), saya pun melakukan survei kecil-kecilan melalui instagram story. Isi survei terdiri dari dua pertanyaan, mengenai tempat yang paling dirindukan dan kegiatan apa yang dilakukan di sana. Saya meyakini, setiap orang memiliki tempat favoritnya masing-masing karena beragam latar belakang. Boleh jadi, tempat yang paling dibenci oleh si A menjadi tempat yang paling disukai oleh si B. Karena yang menjawab survei hampir seratus ribu vokalis, untuk itu saya merangkum suara mayoritas terlebih dahulu. Berikut adala tempat yang paling dirindukan di Kota Semarang selama masa karantina.

Kamar Kos

Twitter : @Candra_Aditya

Peringkat pertama jatuh pada kamar kos. Iya kamar kos. Bukan mal ataupun taman kota dengan lampu-lampu dan air mancurnya. Kamar kos berbeda seperti kamar pada umumya yang ada di rumah maupun hotel. Kamar kos adalah satu-satunya tempat yang menjadi saksi bisu ketika kita menangis diam-diam merindukan orang tua. Kamar kos juga menjadi ruang di mana semua kepiluan kita tertutupi. Seperti saat kita membutuhkan kalimat motivasi berupa “Mama udah transfer ya tadi” namun tak kunjung ada, lalu makan dengan lauk seadanya, nasi putih+masako.

Namun tak hanya kesedihan saja, kebahagiaan pun tak terlepas dari kamar kos. Ketika kita sedang mumet-mumetnya karena tugas kuliah atau kisah asmara di ujung jalan, di kamar itu kita bisa meluapkan segala emosi dengan berkaraoke. Tapi saya sarankan, untuk yang satu ini jangan terlalu sering, apalagi kalo kamu penyuka lagu the godfather of broken heart dan di samping kamarmu penyuka lagu jazz. Bisa timbul polemik nanti.

Kedai kopi

IG: @momentcoffe.smg

Bosan memandangi langit-langit dan tembok yang didominasi baju kotor dalam kamar kos. Nongkrong di kedai kopi yang dibalut interior bertema rustic atau industrial adalah sesuatu yang mujarab untuk melepas penat. Buku di tangan kanan, kopi di tangan kiri, begitulah perumpamaanya. Sambil mata sesekali melirik Mas-Mba barista yang cakep-cakep sedang sibuk meracik kopi.

Mengunjungi kedai kopi tak hanya sekadar untuk pajangan instastory, namun jauh dari itu memiliki motif yang beragam. Bagi saya, selain bisa menikmati kopi racikan Mas Barista yang cakep, suasana kedai yang cozy membuat saya merasa lebih tenang. Apalagi jika lagu favorit tiba-tiba mengalun keras di audio kedai, rasanya syahdu.

Begitu pula menurut para vokalis dalam survei tempat yang paling dirindukan. Tak sedikit yang mengungkapkan, kedai kopi menjadi tempat yang cocok untuk mengerjakan tugas kantor maupun kuliah. Di kota Semarang, banyak kedai kopi bertebaran dari kisaran harga murah sekali sampai mahal banget semua tersedia. Tinggal budget kamu saja yang menyesuaikan. Jangan lupa ajak si doi.

Angkringan

IG: @angkringansemar_Ngaliyan

Bila kedai kopi dirasa terlalu expensive untuk sekadar tempat tongkrongan, angkringan bisa jadi solusinya. Tak sulit menemukan angkringan di kota besar seperti Semarang. Mulai dari Semarang wilayah atas sampai bagian bawah, menjelang malam, sisi jalanan dihiasi gerobak berisikan aneka sate, gorengan dan nasi bungkus lengkap
dengan Mas-Masnya. Jika dompet kamu sedang berada dalam mode hemat, angkringan bisa kamu jadikan pelarian. Makan nasi sarden di angkringan ditambah gorengan sudah bikin kamu kenyang kok. Meskipun memiliki nuansa sederhana, angkringan nampaknya tetap digandrungi semua kalangan. Mulai dari pelajar, mahasiswa, pegawai kantoran hingga orang-orang borjuis.

Angkringan juga menjadi spot kencan yang murah meriah namun tetap terlihat romantis. Bayangkan saja, bersama si bebeb, kamu duduk lesehan beralas terpal, lalu sesekali sepoi angin malam menyelinap di antara kalian. Kamu juga bisa melihat debu jalanan nampak bertebaran diterpa lampu spion di depan wajahnya. Menu indomie goreng dan indomie kuah kemudian tersaji dan kalian menyantapnya. Setelah itu, tiba-tiba si bebeb mengklaim “indomie kuah emang mie paling enak”. Kamu merasa tidak terima, karena menurutmu tidak ada yang bisa mengalahkan indomie goreng. Namun daripada timbul perang dunia ketiga, akhirnya kamu sepakat dengan klaim si bebeb. Bagaimana ? Sudah selesai membayangkannya ? Atau pernah seperti itu ?

Perpustakaan

mapio.net

Jauh berbeda dengan kedua tempat sebelumnya, nampaknya para vokalis banyak berasal dari kaum intelek muda. Rasa-rasanya saat ini jarang menemukan orang yang kalau ditanya hendak pergi kemana jawabannya adalah perpustakaan. Akan tetapi para vokalis adalah kaum intelek muda yang lapar akan ilmu, tentunya mengunjungi perpustakaan adalah hal yang biasa. Perpustakaan adalah tempat yang syahdu untuk membaca buku, meskipun membaca dapat dilakukan di mana saja. Namun keheningannya adalah candu (agar bisa tidur lebih cepat).

Menengok perpustakaan yang ada di kampus saya, UPGRIS, hari-hari biasa umumnya perpus hanya disambangi beberapa orang saja. Tetapi jika sedang usum skripsian barulah banyak mahasiswa yang hilir mudik. Meja-meja dipenuhi oleh tumpukan skripsi kakak tingkat lengkap dengan laptop. Di Kota Semarang sendiri memiliki dua perpustakaan yang tersedia untuk umum, yakni perpustakaan daerah milik Provinsi Jateng dan Perpustakaan Pemkot Semarang.

Taman Kota

IG: @rahmad_cahyadi

Dalam film-film romantis, taman kota biasanya menjadi latar adegan pemeran utama. Seperti saat Tom dan Summer membaca buku bersama-sama di tengah taman dalam film 500 Days of Summer atau di film La La Land ketika Mia dan Sebastian menari di Griffith Park, Los Angeles. Dan yang paling melegenda adalah saat Kajol dan Sharukh Khan menyanyikan lagu Kuch Kuch Hota Hai.

Serupa dengan tokoh film tersebut, para vokalis sepertinya memiliki ragam kenangan berlatar taman kota. Kota Semarang sebagai pusat pemerintahan di Jawa Tengah, sudah pasti menyediakan tempat untuk para warganya (termasuk vokalis) untuk melakukan adegan layaknya film-film romantis. Beberapa taman yang bisa menjadi rujukan seperti Taman Indonesia Kaya, Heritage Kota Lama, Taman Pandanaran, Taman Diponegoro, Kawasan Tugu Muda, dan masih banyak lagi.

Bagaimana vokalis, tempat-tempat tersebut sudah mewakili kerinduan kalian terhadap Kota Semarang ?

Penulis : C
Editor : ADP