Tim Sukses Arfanda-Haris Kesal dengan Kebijakan KPRM

Semarang–Vokalpers.com. Selasa sore (27/10), gedung PKM UPGRIS ramai didatangi beberapa perwakilan tim sukses bakal calon presiden mahasiswa, Mohammad Rizky Arfanda dari Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (FPBS), yang merasa kesal dengan kebijakan Komisi Pemilu Raya Mahasiswa (KPRM) karena tidak patuh dengan edaran yang mereka buat sendiri.

“Di peraturan tertulis jelas (pendaftaran) sampai jam 3 sore. (Sekarang) sudah melebihi jam operasional KPRM,” tutur Arfanda yang ditemani oleh bakal calon wakil presiden mahasiswa Haris Al Mustaqim, di depan Gedung PKM UPGRIS, Selasa (27/10).

Diketahui, peraturan pendaftaran bakal calon presiden-wakil presiden mahasiswa yang diterima Vokalpers.com ada 11 poin; berikut ini peraturan pendaftaran Capres dan Cawapresma :

  1. Pendaftaran tanggal 17 – 27 Oktober 2020
  2. 6 hari kerja 5 hari seleksi.
  3. Proses pengumpulan secara offline dalam bentuk Hardfile & softfile untuk KTM.
  4. Syarat KTM berlaku :
    Jika Calon DPM (KTM antar paslon tidak boleh sama, Jika sama di serahkan kembali ke orang yang bersangkutan atau hangus).
  5. Jika ingin mengumpulkan berkas harus menghubungi Humas dan ketua KPRM terlebih dahulu ( CP Gusfan : 083838015731).
  6. Pengumpulan berkas dalam jam kerja seleksi ( Jam 08.00 – 15.00 WIB ).
  7. Setiap paslon menyerahkan daftar koalisi dan tim sukses ( Harus di tanda tangani oleh ketua Timsus).
  8. Setiap calon anggota DPM menyerahkan daftar koalisi tim sukses ( Harus ditanda tangani oleh ketua Timsus).
  9. Setiap calon anggota LKM menyerahkan daftar koalisi tim sukses ( Harus ditanda tangani oleh ketua Timsus)
  10. Paslon tidak berada di ambang drop out ( tidak sedang menempuh semester 14 serta tidak mendapatkan teguran sebanyak 2 kali dari kampus ).
  11. Ketentuan atau persyaratan pendaftaran Capres-Cawapres , LKM dan DPM terlampir.

Pantauan di lapangan, tim sukses Arfanda- Haris masih menunggu di depan pintu PKM UPGRIS.

Selain itu, Arfanda mengatakan tim suksesnya akan menunggu KPRM sampai menutup apabila tidak menutup tim Arfanda memaksa untuk menutup pendaftaran.

“Kita tunggu sampai pukul 17.30 apabila tidak sampai ditutup tim sukses kami akan menggereduk di ruang DPM sekaligus sekretariat KPRM secara paksa, “ujarnya.

Sementara itu, Ketua KPRM UPGRIS, Eno membenarkan adanya peraturan tertulis pendaftaran sampai pukul 15.00.

“Ya benar di peraturan seperti itu, tetapi ada Calon Presiden Mahasiswa, Wapresma, DPM, dan LKM sebelumnya janjian terlebih dahulu dengan petugas KPRM. Cuma ada calon yang tidak bisa pada pukul 15.00. Kami kasih toleransi,” ungkap Eno, saat dihubungi Vokalpers.

Ketika ditanya terkait hanya adanya satu paslon, KPRM menanggapi bahwa pihaknya akan berdiskusi dengan Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM).

“Kami akan diskusi terlebih dahulu dengan DPM, terkait cuma adanya satu paslon atau melawan kotak kosong,” imbuhnya.

Informasi yang didapat sampai saat ini, pendaftar presma-wapresma, DPM, dan LKM yang masuk melalui proses online berjumlah sekitar 14 orang, dengan hanya ada satu pasangan bakal calon presma dan wapresma.

Reporter : DTB
Editor : ADP