RENCANA PERKULIAHAN BLENDED KEJUTKAN MAHASISWA UPGRIS


Mahasiswa dikejutkan dengan surat edaran Rektor yang beredar di grup-grup kelas Minggu malam (8/11). Surat edaran ini ditandatangani oleh wakil rektor 1 Dr. Suciati, M.Hum yang ditujukan kepada seluruh Dekan Fakultas dan Direktur pascasarjana di lingkungan Universitas PGRI Semarang. Surat ini berisi tentang perkuliahan yang akan dapat dilaksanakan secara blended. Maksud dari perkuliahan blended di sini adalah perkuliahan akan dilaksanakan secara luring dan daring.

                Menurut surat edaran tersebut, perkuliahan blended semester gasal 2020/2021 akan mulai diberlakukan tanggal 16 November 2020 hingga 23 Desember 2020. Berikut adalah isi dari surat edaran tersebut :

  1. Perkuliahan yang dilaksanakan secara luring, dilakukan dengan memperhatikan protokol kesehatan COVID-19.
  2. Perkuliahan luring dilakukan dengan ketentuan:
    1. jumlah mahasiswa per kelas rata-rata 20 orang
    2. jumlah mahasiswa yang hadir mengikuti perkuliahan luring di setiap gedung perkuliahan (Gedung Pusat, Gedung Utama, Kampus IV) tidak lebih dari 200 orang per hari
    3. durasi pertemuan tidak lebih dari 50 menit per mata kuliah per tatap muka d. jadwal perkuliahan luring diatur oleh fakultas/program studi dengan memperhatikan hasil Rapat Koordinasi Persiapan Perkuliahan Blended Semester Gasal 2020/2021 pada tanggal 4 November 2020.
  3. Perkuliahan secara daring tetap dilaksanakan dengan menyesuaikan jadwal perkuliahan luring.

                Walaupun telah diperbolehkan melaksanakan perkuliahan blended, tetap saja mahasiswa harus menunggu dan mematuhi edaran dari pimpinan fakultas dan prodi.

                Sangat beragam reaksi atau respon mahasiswa akan surat edaran ini. padahal jelas disebutkan bahwa surat tersebut tidak ditujukan kepada mahasiswa. Mahasiswa harus menunggu kebijakan atau edaran dari fakultas. Namun surat edaran ini menuai banyak respon mahasiswa. Tak sedikit mahasiswa yang terkejut. Bahagia cenderung sedih sangat mendominasi. Ada beberapa faktor yang mendasari respon mahasiswa.

Tidak siap UAS offline

                Banyak mahasiswa yang memprediksi kemungkinan besar UAS akan dilaksanakan secara offline. Mereka sangat mengeluhkan hal ini karena ketidak maksimalan dalam permbelajaran luring. Menurut mereka tidak adil jika perkuliahan semester gasal yang telah dilaksanakan selama setengah semester ini akan diadakan UAS secara offline.

Tidak memiliki kost atau tempat tinggal di Semarang

                Sejak kuliah dilaksanakan secara daring bulan Maret lalu, banyak mahasiswa yang mencabut tempat tinggal mereka baik itu kontrakan atau kost yang mereka tempati. Jika kuliah akan dilaksanakan secara luring maka mereka akan mencari tempat tinggal lagi. Tak sedikit pula yang mengeluhkan hal ini, terutama mahasiswa baru.

Kadung nyaman dengan kelas online

                Tak sedikit mahasiswa yang masih nyaman dengan kuliah daring. Bagi mahasiswa banyak hal yang mudah dilakukan jika perkuliahan dilaksanakan dengan daring. Kuliah sambil rebahan, mengerjakan tugas dengan santai, presensi dimanapun dan kapanpun. Banyak yang mengatakan mereka mager jika melaksanakan perkuliahan dengan luring.

Bahagia berjumpa kawan

                Perjumpaan dengan kawan adalah hal yang membahagiakan, apalagi bagi mahasiswa baru. Ini adalah momen yang sangat ditunggu-tunggu bagi seluruh mahasiswa. Menantikan kelas ramai dengan canda tawa dari kawan dan bapak ibu dosen sejak bulan Maret lalu. Akhirnya dapat berjumpa lagi setelah ada kebijakan ini.

Tidak ada kebijakan ini pun, area kampus sudah mulai ramai dengan kesibukan karyawan Upgris, dosen, kegiatan mahasiswa lemawa-lemawa yang tentu saja masih menerapkan protokol kesehatan. Surat edaran tersebut tidak menjadi satu-satunya acuan mahasiswa untuk melaksanakan perkuliahan blended. Hanya saja mahasiswa harus menunggu surat edaran dari masing-masing Dekan dan Direktur Pascasarjana dalam rencana perkuliahan blanded ini. Perlu diingat mahasiswa pun masih perlu mempersiapkan segala yang dibutuhkan saat pelaksanaan perkuliahan blanded tersebut. (EAV)