4 Mahasiswa Masih Terjerat Kasus Kerusuhan Demo Omnibus Law, Kuasa Hukum : Seharusnya Mereka Sudah Bebas

Vokalpers.com

Kasus kerusuhan demo Omnibus Law yang terjadi di depan kantor Gubernur dan DPRD Jawa Tengah pada tahun 2020 silam masih belum usai. Pasalnya, 4 Mahasiswa yang terjerat dalam kasus ini belum juga mendapat kebebasan. Keempat mahasiswa tersebut berasal dari tiga perguruan tinggi di kota Semarang yaitu UNDIP, UNISULA, dan UDINUS. Pada tanggal 20 April 2021, dua dari empat mahasiswa yang ditetapkan sebagai terdakwa dalam kasus ini, tengah menjalani sidang tuntutan dari Jaksa. Tepatnya di Pengadilan Negeri Semarang jalan Siliwangi. “…besok hari kamis kebetulan yang mahasiswa UNDIP dan UDINUS sidang tuntutan juga. Kalo ini kan dua mahasiswa dari UNISULA.” ungkap Listiyani, kuasa hukum terdakwa.
Sementara hasil dari putusan pengadilan menetapkan hukuman kepada dua mahasiswa UNISULA yaitu ditahan selama tiga bulan. Keputusan tersebut menuai kritikan dari berbagai pihak, salah satunya kuasa hukum terdakwa. “Tuntutan dari jaksa kan tiga bulan. Tapi, kalau menurut saya masih tidak adil. Karena memang sudah jelas barang bukti tidak bisa dipertanggungjawabkan, terus saksi juga pada mencabut BAP, pasal-pasal yang dituduhkan sebenarnya tidak ada yang terbukti. Harusnya bebas. Setidaknya lepas, seharipun sebenarnya tidak boleh dihukum.” Ujar Listiyani.
Empat mahasiswa yang terjerat dalam kasus ini dinilai tidak bersalah termasuk pasal-pasal yang dianggap telah dilanggar. Menurut para saksi saat kronologi kejadian, 4 mahasiswa yang dijadikan terdakwa kasus kerusuhan demo tidak tahu menahu mengenai adanya komando dari aparat. “…Tetapi di persidangan, hampir semua saksi mengatakan bahwa suara dari mobil komando itu kalah keras dengan orasi pendemo. Sehingga tidak terdengar dengan baik apalagi terdengar dari terdakwa. Semua terdakwa tidak mendengar himbauan dari aparat karena suaranya kalah dengan orasi pendemo.” Lanjut Listiyani, kuasa hukum terdakwa.
Sidang tuntutan ini tidak hanya dihadiri oleh dua mahasiswa yang bersangkutan. Dukungan dari aliansi BEM Semarang Raya pun turut hadir di persidangan. Semua peserta aksi dukung berlangsung tertib dan mematuhi protokol kesehatan. Aksi dukung ini ditujukan sebagai bentuk nyata dari rasa solidaritas sesama mahasiswa yang pernah berjuang dalam aksi penolakan Omnibus Law. Seperti yang diungkapkan oleh salah satu perwakilan mahasiswa, Wahyu Suryono Pratama. “Di sini menjadi sebuah bentuk solidaritas yang nyata. Bahwasanya hari ini kami semua peduli terhadap semua proses persidangan yang begitu cacat, begitu tidak adil, dan kawan-kawan disini juga ingin mencari keadilan bersama.” Pungkasnya.

Penulis : Annisa Rahmasari