Fenomena Munculnya Kabinet Siluman Berujung Dismawa

Munculnya kabinet siluman pada kolom komentar di postingan instagram  @bemupgris pada Minggu, 1 Agustus 2021 kemarin menimbulkan sedikit kegaduhan.  Beberapa pemilik akun pribadi yang diduga alumni BEM UPGRIS dan juga anggota BEM UPGRIS saling berbalas komentar dengan @kabinet.siluman. Dari perseteruan tersebut terlihat bahwa @kabinet.siluman menuntut agar BEM UPGRIS mengadakan Forum Diskusi untuk seluruh mahasiswa UPGRIS mengenai keringanan UKT. Namun justru menuai bantahan bahwa tuntutan @kabinet.siluman ini dianggap hanya modal bicara, hingga terjadi perdebatan cukup panjang dengan beberapa pemilik akun lainnya.

“@rizky_bayu_koesuma99 bukan setidaknya! Memang sudah seharusnya. Gimana kalau @bemupgris buat seminar mengenai sambatan mahasiswa umum! Atau sambatan pembayaran uang kuliah ? Belum pernahkan? Cobalah dekat dan dengarkan curhatan mahasiswa umum! Bukan hanya organisasi kampus” tulis @kabinet.siluman dalam kolom komentar postigan instagram @bemupgris.

“@kabinet.siluman langsung saja datang kekantor Bem dan dpm saja admin ganteng, anda mahasiswa upgris kan? Kritik tanpa solusi dan gerakan itu sama saja omong kosong hehe, coba pahami juga kampus anda itu Negri apa Swasta atau yayasan,” tulis akun dengan username @riki_agstiya yang akhirnya di-screenshot dan diunggah di postingan instagram @kabinet.siluman dengan caption “Terimakasih banyak untuk senpai @riki_agstiya telah membuka sebuah jalan ruang diskusi. Kami tegaskan, kami sebagai mahasiswa umum yang kesusahan tidak mengkritik senpai bemupgris ataupun @dpm.upgris. Kami hanya mengatakan apa yang kami ingin katakana dan kami rasakan. Bahwa situasi hari ini memang sudah benar benar di ujung tanduk dompet kami! Dan kami memiliki satu masalah yang sama! Masalah uang pembayaran kuliah!! Dan kenapa kami harus jauh jauh datang ke semarang? Dan nantinya yang tau jawabannya hanya kami! Sebuah kemubaziran. Kenapa tidak @bemupgris ataupun @dpm.upgris Menjelaskan di instagram mereka yang berfollower tentang apa sebenarnya UPGRIS? Tentang kenapa sulit mendapatkan keringanan? Tentang sudah berapa (%) keringanan itu diberikan? Dan tentang berapa banyak hal yang ingin mahasiswa umum ketahui, ketimbang sebuah pamflet peringatan hari. Dan lagi ? kenapa kami menggunakan akun anonim ! Karena tak ada ruang aman, jaminan aman, rasa aman, untuk kami ketika ingin menyuarakan pendapat kami. #yahmentekudasai ” Tulisnya dalam postingan pada Minggu, 1 Agustus 2021. Dari postingan tersebut memunculkan komentar dari beberapa akun yang sepakat dengan @kabinet.siluman, namun ada juga yang tetap kontra hingga mengatakan bahwa akun @kabinet.siluman hanyalah akun palsu.

Perdebatan tersebut berlanjut hingga Senin, 2 Agustus 2021 di kolom komentar postingan @bemupgris dan @kabinet.siluman yang mendesak agar BEM UPGRIS mengadakan diskusi yang diikuti seluruh mahasiswa baik aktif berorganisasi maupun mahasiswa umum. Alasannya jelas agar tidak ada ketimpangan antara mahasiswa umum dan aktivis, sehingga semua aspirasi dapat tersalurkan.

“@arfendi_13 kami semua tunggu mas pamflet undangannya.” (2/8/21) tulis @kabinet.siluman pada kolom komentar postingan instagram BEM UPGRIS dan ini merupakan komentar terakhir dari perdebatan panjang yang telah terjadi.

Kejadian tersebut menjadi berita hangat juga kontroversial di kalangan mahasiswa UPGRIS terutama yang mengikuti akun instagram @bemupgris. Munculnya @kabinet.siluman juga menjadi sorotan karena baru kali ini terlihat dan menyulut api kegaduhan followers  @bemupgris. Tentunya banyak yang penasaran dengan akun @kabinet.siluman juga tujuan dibentuknya akun tersebut. Jika dicermati dari postingan @kabinet.siluman juga mengatakan bahwa tidak ada ruang aman dan jaminan aman ketika ingin menyuarakan suara mereka. Apa mungkin akun ini merupakan buatan mahasiswa-mahasiswa yang suaranya selalu tidak didengar?.

Di sisi lain, kehebohan yang terjadi ini memberikan kabar gembira bagi mahasiswa UPGRIS, terkhusus bagi akun @kabinet.siluman. Karena pada hari ini juga (2/8) BEM UPGRIS memenuhi tagihan @kabinet.siluman dengan menyebar pamflet Diskusi Mahasiswa (DISMAWA) dengan mengangkat tema “Senasib Sepenanggungan”. Acara ini akan dilaksanakan pada Sabtu, 7 Agustus 2021 dengan narasumber  Muhammad Rizky Arfanda (Presiden Mahasiswa BEM UPGRIS) dan M. Ircham Syadidul Wafa (Mentri Kemenpolkumham BEM UPGRIS). Bagaimana kah diskusi ini akan berjalan?. Akankah mendapat jalan keluar dari permasalahan yang diajukan @kabinet_siluman? Kita tungga saja tanggal mainya.

Penulis : Asri Widiastuti.

Editor  : Maulana Lukmanul Chakim, Roro Qothrin Nida.