Penundaan Vaksinasi di UPGRIS

@bemupgris

Kegiatan Vaksinasi Mahasiswa Nasional yang dilaksanakan di kampus UPGRIS ditunda sampai batas waktu yang belum diketahui. Vaksinasi yang semula akan dilaksanakan pada tanggal 13-14 September 2021 mengalami penundaan sehari, dan kemudian mengalami penundaan kembali sampai waktu yang belum ditentukan. Pengumuman penundaan ini tentunya menimbulkan kekecewaan bagi banyak orang terutama mahasiswa yang akan melaksanakan vaksinasi di kampus UPGRIS. Kekecewaan ini diluapkan oleh beberapa mahasiswa pada laman komentar instagram @ bemupgris pada postingan pengumuman penundaan vaksinasi tersebut (13/9/2021). Banyak mahasiswa dari luar kota yang sudah datang ke Semarang dengan harapan dapat vaksin di kampus, hingga ada yang rela menyewa kos harian, namun ternyata vaksinansi malah justru ditunda. Hal itu tentu sangat meresahkan dan juga membuat kesal beberapa mahasiswa, “iki niat ono vaksin opo gak si, aduh aduh otw tekan semarang malah gasido, PARAH!” tulis user instagram @ mileyvan. “rumahku jauh jauh dari pelembang ke smrg mau vaksin lo padahal.isine malah php h-“ ujar akun instagram @ rzkybay dan masih banyak lagi keluhan serupa di laman komentar tersebut.
Selain pada laman komentar instagram @ bemupgris kekecewaan juga diungkapkan oleh @ kabinetsiluman pada postingan instagramnya, ia mempertanyakan kesiapan BEM UPGRIS untuk melaksanakan Vaksinansi Mahasiswa Nasional di UPGRIS. “Wahai sang aktipis mahasiswa @rizkyarfanda14 sebagai presiden mahasiswa upgris!! Dengarkan lah aku mau curhat. Di kesibukanmu berjuang untuk meringankan uang kuliah dan tidak menjadi boneka lembaga, Sempatkan lah membaca curhatanKu. Cuma curhat gak mau mengkritik takut di serang para orang orang penjilat. Semenjak zaman korona di mulai, semenjak trick belajar online di mulai. Semenjak itulah aku bekerja! Sampai hari ini! Aku mas @rizkyarfanda14 dan @bemupgris dari senin fajar di semarang hingga sekarang. Dan aku rela izin untuk tidak kerja! Demi bisa vaksin. Karena aku berfikir kalau vaksinku di kampus kedepannya akan enak dan lebih mudah untuk kuliah tatap muka. Usah nyewa kos harian karna kukira kalau gak senin ya selasa di vaksin terus pulang ke pemalang lanjut bekerja supaya bisa membayar ukt. Karena ukt malah naik 100ribu ternyata audiensiya bukannya nurunin malah naikin. Terus vaksin diundur! Belum jelas kapan? Gimana kalau ditiadakan saja! Supaya gak gini! Supaya gak banyak mahasiswa yang berharap lalu jauh jauh datang ke semarang, izin bekerja. Dan akui saja bahwa @bemupgris ini memang belum matang dalam melaksanakan vaksin! Belum siap! Dan masih bodoh eh pintar. Takut di serang” tulis @kabinetsiluman pada caption postingannya (14/9/2021) yang kemungkinan kejadiannya ini juga dialami oleh mahasiswa lain akibat penundaan vaksinasi yang belum diketahui dengan jelas apa sebabnya.
Terkait hal itu, Presiden Mahasiswa UPGRIS Muhammad Rizqi Arfanda menyampaikan bahwa penundaan vaksinasi ini bukan karena kendala dari persiapan yang dilakukan BEM UPGRIS melainkan dari pusat. Ia juga menyampaikan bahwa penyelenggara vaksinansi tersebut adalah dari BEM SI yang berkolaorasi dengan Polrestabes dan bekerjasama dengan BEM Universitas untuk menyelenggarakan Vaksinasi Mahasiswa Nasional. “Kalau penyelenggara itu dari BEM SI berkolaborsi dengan Polrestabes, kita dari UPGRIS hanya jadi fasilitator dan penyedia tempat.”. Namun pernyataan yang berbeda diungakapkan oleh Koordinator Wilayah Jateng-DIY, ia mengatakan bahwa penyelenggara dari kegiatan ini adalah BEM Universitas masing-masing kampus yang kemudian difasilitasi oleh pihak kepolisisan dalam hal berupa keperluan vaksinasi seperti distribusi dosis vaksin, tim nakes, dan IT akun pcare, serta keamanan. Lalu dari pihak BEM SI sendiri bertugas sebagai penghubung komunikasi antara BEM masing-masing kampus dengan pihak kepolisian. “Sebagai penyelenggara dari BEM masing-masing kampus yang tergabung dalam BEM SI kemudian BEM SI memfasilitasi untuk bekomunikasi dengan pihak yang terkait(kepolisian), untuk vaksin itu dari kepolisian karena memang ada stock dosis vaksin yang didistribukikan ke kepolisian, jadi tidak hanya kepemerintah namun juga ke kepolisian dan TNI.” Tutur Ketua Korwil Jateng DIY. Tidak hanya UPGRIS namun vaksinasi ini juga dilaksanakan oleh kampus lain, hampir di seluruh wilayah. Dari wilayah Jateng-DIY sendiri kampus yang siap menjadi penyelenggara vaksinasi antara lain dari UPGRIS, UNNES, UNIMUS, UNTIDAR, UMK, dan UPN Veteran Yogyakarta. Semua juga mengalami penundaan yang serupa dengan yang terjadi di UPGRIS.
Untuk kesiapan BEM UPGRIS sudah sangat siap bahkan sejak tanggal 12 September MMT sudah terpasang “Kita udah ready semua. Kan kita diminta untuk menyiapkan tempat, nah itu udah siap, MMT juga sudah terpasang. Terus untuk Dokter sudah disediakan dari DKK Semarang. Kalau presentase udah 80%, untuk 20% yang kurang itu hanya dalam pendataan peserta” ujar Presma UPGRIS melalui WhatsApp Chat (17/9/2021). Menurut pernyataan dari presiden mahasiswa UPGRIS alasan dari pusat menunda acara vaksinasi ini baik penundaan pertama maupun kedua adalah karena pada pembukaan acara vaksinasi ini akan dihadiri Presiden RI yang sekaligus akan membuka acara tersebut secara virtual melalui zoom meeting sehingga harus menyesuaikan agenda dari Presiden RI, itulah sebabnya vaksinasi tersebut akhirnya masih ditunda. “Kalau dari pihak sana katanya menyesuaikan agenda dari RI 1 (Presiden Jokowi). Soalnya dari Mabes/Tabes itu ada ceremonial dari beliau, ini info dari sana. Untuk pelaksanaan vaksinasinya pekan depan, nanti info resminya akan disampaikan di IG BEM U dan Humas. Yang mengalami penundaan bukan UPGRIS saja tapi memang yang bekerjasama dengan Tabes itu sama nasibnya.” Tutur M. Rizky Arfanda selaku Presma UPGRIS.
Alasan serupa juga diungkapan olah Mudrik selaku Koordinator Wilayah Jateng-DIY BEM SI, bahwa penundaan vaksinasi ini terjadi di luar teknis. Alasan penunundaannya adalah karena masih menunggu konfirmasi jadwal dari Presiden RI yang nantinya akan membuka kegiatan tersebuat dalam seremonial secara virtual, karena kegiatan vaksinasi ini adalah agenda nasional yang akan dilaksanakan secara serentak di beberapa wilayah yang ada di Indonesia. Terkait kesiapan masing-masing universitas dalam menyelenggarakan acara ini sudah siap bahkan di wilayah Jateng-DIY sendiri sudah hampir 100% siap. “Terkait penundaan itu memang tidak hanya di UPGRIS maupun Semarang tapi disemua wilayah tanpa terkecuali. Karena ini kan agenda nasional jadi diiharapkan berjalan secara serentak sehingga bisa meningkatkan juga ekstensi dari publik begitu. Alasan penundaan itu sebenarnya diluar teknis. Untuk kesiapan dan teknis teman teman dari masing-masing universitas sudah siap semua sejak tanggal 13, 14 kemarin. Jadi memang kendalanya diluar teknis yaitu dalam hal ini mengunggu konfirmasi jadwal dari Presiden Jokowi karena ini merupakan agenda nasional yang secara serentak kemudian akan dibuka dengan ceremonial nanti ada teleconference dengan Presiden Jokowi.” Ungkap Korwil Jateng-DIY. Ia juga menegaskan dalam hal kerja sama ini bukan berarti menurunkan intensitas kritikan yang dibawa oleh BEM SI ke pemerintah. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kepedulian dari BEM SI untuk membantu mempercepat lajunya vaksinasi di Indonesia.
Permohonan maaf disampaikan oleh Presiden mahasiswa UPGRIS kepada seluruh mahasiswa UPGRIS terutama peserta vaksinasi yang sudah datang ke Semarang. “BEM UPGRIS menyampaikan permohonan maaf atas penundaan vaksinasi, terutama pada peserta yang mungkin merasa dirugikan. Harapannya ada kemakluman dan pengertiannya dan bantu doa agar segera terlaksana acara tersebut.” , permohonan maaf tersebut juga sudah disampaikan melalui instagram BEM UPGRIS.
Dalam hal ini banyak sekali mahasiswa yang bertanya-tanya kapan vaksinasi ini akan dilaksanakan. Keresahan tersebut akhirnya terjawab karena perubahan tanggal untuk pelaksanaan vaksinasi sudah ditentukan, kegiatan tersebut sudah bisa dilaksanakan mulai tanggal 22 September mendatang di seluruh wilayah terkhusus yang tergabung dalam BEM SI. “dan untuk kepastian tanggalnya itu sudah ada, jadi nanti ditanggal 22 September itu sudah mulai untuk pelaksanaan vaksinasi disemua wilayah yang ada di Indonesia atau yang tergabung dalam BEM SI.” ,tutur Mudrik selaku Koordinator Wilayah Jateng- DIY BEM SI.

Penulis : Asri Widiastuti
Editor : Roro Qothrin Nida