Ribuan Mahasiswa Baru Ikuti Poema, Rektor Jamin Tanpa Ada Kekerasan

Sumber Gambar: Vokalpers

Vokalpers_Sebanyak 3.939 mahasiswa baru (Maba) mengikuti Pekan Orientasi Mahasiswa Baru (POEMA) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) bertempat di Balairung, Selasa (13/9/2022).

Mereka telah mengikuti Poema sejak kemarin (12/9), hingga Sabtu (17/9) mendatang. Dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, pihak kampus menggelar kegiatan Poema diisi dengan berbagai kegiatan antara lain kuliah perdana, pengenalan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), hingga rekor muri pembuatan lampu lentera.

Di sana rangkaian kegiatan Poema, Rektor UPGRIS, Dr. Sri Suciati menyatakan bahwa kampusnya tanpa ada kekerasan atau perpeloncoan oleh panitia kepada Maba.

Asalnya, menurut Rektor kampusnya sejak dulu hingga sekarang merupakan kampus teladan. Harapannya, siapa pun warga UPGRIS harus bisa menjadi tauladan bagi sesama.

“Sejak dulu hingga sekarang, pelaksanaan Poema tidak akan pernah ada perpeloncoan. Adanya di sini, pengenalan secara akademik maupun pengenalan kemahasiswaan. Jadi, betul -betul Poema dirancang untuk memantik potensi mahasiswa dan mengembangkan di universitas ini, “kata Suci, kepada wartawan usai kegiatan Poema.

Suci menjelaskan, kuliah perdana yang dilaksanakan ini yakni mereka mendapatkan materi sejarah PGRI, pendidikan era 4.0, anti kekerasan dan pelecehan seksual, dan bela negara.

Setelah kuliah perdana usai, mereka dikenalkan kegiatan kemahasiswaan UPGRIS.

“Mereka dikenalkan dengan cara berbagai  unit kegiatan mahasiswa (UKM), sehingga mereka bisa memilih sesuai dengan bakat dan minatnya, “jelasnya.

Bukan hanya itu saja, Suci membeberkan bahwa mahasiswa baru juga akan membuat rekor muri pembuatan lampu lentera dari bahan bekas botol air mineral, pada  tanggal 16 September besok.

“Botol air mineral yang sudah tidak dipakai, digunakan untuk lentera. Kalau di desa, jadi teplok ceplik. Yang saya kira bermanfaat, barang yang memberi manfaat ketika di rumah kita mati lampu dan juga memberikan manfaat ketika harus keluar dari rumah. Lalu kita berada di tempat yang gelap, memerlukan penerangan seperti itu,” imbuhnya.

Sementara itu, mahasiswa baru dari Program Studi (Prodi) Bimbingan Konseling, Fajar merasa senang mengikuti kegiatan Poema di UPGRIS.

Ia menilai kegiatan Poema tanpa kekerasan atau perundangan ada sisi positif dan negatif.

 “Sebenarnya Poema seperti ini positif negatif juga. Kalau dulu dulu ada kekerasan, salah satunya supaya para mahasiswa untuk disiplin. Namun sekarang tidak ada gitu lagi, ini lebih kepada santai dan enjoy bisa menganggap universitas sebagai rumahnya juga. Saya setuju dengan cara sekarang, lebih berkeluarga dan erat” ungkap Fajar.

Penulis: Asri Widiastuti